aku tak mengerti akan air
akan awan, akan rintik hujan
aku tak mengerti tentang sebuah siklus
aku tak mengerti ketika hujan ada
ia melalui berbagai siklus yang tak pernah kumengerti
lebih tepatnya tak ingin kumengerti
aku hanya menunggu pelangi setelahnya, menunggu keindahan yang dijanjikannya
bahkan tanpa memikirkan kesedihan yang telah diluapkan sang hujan
tanpa memperdulikan perih yang disembunyikannya dibalik rintik hujannya
aku hanya akan mengutuk hujan saat ia tak meninggalkan pelangi setelahnya
tanpa mengerti bahwa ia lebih merindukan sang pelangi lebih daripada siapapun
menunggunya dengan sabar meski tak ada yang tahu
walau memang itulah yang diinginkannya, tak seorangpun yang tahu bahwa ia sedang menunggu, sedang merindu, dan sedang menahan rasa
bahkan saat keberanian itu datang, saat keindahan itu muncul, saat ia hendak menggapai, ia harus menghilang.
karena keindahan itu bukan miliknya walaupun disebabkan oleh dirinya.
hujanpun merindukan pelanginya. tak adakah yang mengerti akan hal itu?
saat sisa-sisa air matanya ia juga ingin melihat pelanginya muncul dan memandanginya lebih daripada siapapun. namun ia harus menghilang agar si pelangi dapat dinikmati banyak insan.
jika itu disebut pengorbanan,
kenapa aku harus mengutuknya saat tak ada pelangi setelahnya?
jika itu sebuah pengorbanan,
kenapa aku harus seegois itu untuk melihat keindahan pelanginya?
jika itu sebuah pengorbanan,
aku tak ingin pengorbanan hujan menjadi sia-sia.
karena, akulah hujan dan kaulah pelangi itu.....
aku sungguh merindu, meski tak ada yang tahu
aku menunggu, meski aku masih ragu
semua ini terasa perih, sangat perih
namun aku memilih bertahan,
bahkan aku tak tahu mengapa aku menunggu, mengapa aku merindu.
aku tak benar-benar tahu, namun hatiku memilih bertahan tanpa alasan.
bahkan sampai saat ini, meski tak ada jembatan antara kau dan aku
aku masih tetap menunggu di seberang sana dengan setia
meski kau mungkin tak kan memilih kembali atau memang tak pernah ada untuk dianggap kembali, namun aku masih seperti hujan menunggumu dengan sabar
berharap suatu saat ada pelangi di tengah hujan....
I don't know why, but I MISS YOU SO my rainbow
from :
your rain
(SHMILY)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar