Selasa, 30 September 2014

Hujan pun merindukan pelangi

aku tak mengerti akan air
akan awan, akan rintik hujan
aku tak mengerti tentang sebuah siklus
aku tak mengerti ketika hujan ada
ia melalui berbagai siklus yang tak pernah kumengerti
lebih tepatnya tak ingin kumengerti
aku hanya menunggu pelangi setelahnya, menunggu keindahan yang dijanjikannya
bahkan tanpa memikirkan kesedihan yang telah diluapkan sang hujan
tanpa memperdulikan perih yang disembunyikannya dibalik rintik hujannya
aku hanya akan mengutuk hujan saat ia tak meninggalkan pelangi setelahnya
tanpa mengerti bahwa ia lebih merindukan sang pelangi lebih daripada siapapun
menunggunya dengan sabar meski tak ada yang tahu
walau memang itulah yang diinginkannya, tak seorangpun yang tahu bahwa ia sedang menunggu, sedang merindu, dan sedang menahan rasa
bahkan saat keberanian itu datang, saat keindahan itu muncul, saat ia hendak menggapai, ia harus menghilang.
karena keindahan itu bukan miliknya walaupun disebabkan oleh dirinya.
hujanpun merindukan pelanginya. tak adakah yang mengerti akan hal itu?
saat sisa-sisa air matanya ia juga ingin melihat pelanginya muncul dan memandanginya lebih daripada siapapun. namun ia harus menghilang agar si pelangi dapat dinikmati banyak insan.
jika itu disebut pengorbanan,
kenapa aku harus mengutuknya saat tak ada pelangi setelahnya?
jika itu sebuah pengorbanan,
kenapa aku harus seegois itu untuk melihat keindahan pelanginya?
jika itu sebuah pengorbanan,
aku tak ingin pengorbanan hujan menjadi sia-sia.
karena, akulah hujan dan kaulah pelangi itu.....
aku sungguh merindu, meski tak ada yang tahu
aku menunggu, meski aku masih ragu
semua ini terasa perih, sangat perih
namun aku memilih bertahan,
bahkan aku tak tahu mengapa aku menunggu, mengapa aku merindu.
aku tak benar-benar tahu, namun hatiku memilih bertahan tanpa alasan.
bahkan sampai saat ini, meski tak ada jembatan antara kau dan aku
aku masih tetap menunggu di seberang sana dengan setia
meski kau mungkin tak kan memilih kembali atau memang tak pernah ada untuk dianggap kembali, namun aku masih seperti hujan menunggumu dengan sabar
berharap suatu saat ada pelangi di tengah hujan....

                                   I don't know why, but I MISS YOU SO my rainbow

from :
your rain
(SHMILY)

Rabu, 10 September 2014




HIDUP MASIH BERJALAN

Hidup harus tetap berjalan
Walau beribu kerikil menghadang di depan
Hidup harus tetap berjalan
Walau sungai sudah kering kerontang dimakan zaman
Hidup harus tetap berjalan
Walau bunga tak mau mekar di musim hujan
Hidup harus tetap berjalan
Hadapilah masa yang akan datang
Belajarlah dari masa kelam yang suram
Bahkan saat kau berhenti di persimpangan jalan
Saat kau merasa kesepian
Saat engkau tak tentu arah tujuan
Hidup masih tetap berjalan
Bersama sang waktu yang tak pernah setia
Menunggu seonggok harapan
Bersama mentari yang tak pernah henti menunnggu sang rembulan
Walau takdir selalu memisahkan
Dan hidup telah berjalan, kawan
Meski engkau masih duduk di perapian
Menunggu sesuatu untuk dilakukan
Berharap waktu akan sedikit lebih sopan
Dan membiarkanmu kembali ke awal zaman kehidupan
 Lalu, melakukan segala yang tak pernah engkau lakukan
Bahkan, saat wajah keriput itu menyesal
Hidup masih tetap berjalan….



AKU KECEWA

Ketika kucari kehidupan, ia menghilang
Ketika kutemui harapan, ia menghindar
Ketika kukejar asa, ia berlari kea rah berlawanan
Lalu, kubertanya pada waktu, dapatkah ia tetap tinggal bersamaku?
Ia malah pergi tanpa jawaban
Kini kuberdiri di depan sang mentari, namun ia berlalu ditelan kegelapan
Kulihat sang rembulan, kutatap ia penuh harap
Namun ia sirna ditutup awan hitam
Dan sekarang disinilah aku, tepat dibawah hujan
Menangis keras seperti seorang anak kehilangan boneka
Berharap takkan ada yang tahu seberapa deras airmata yang kukeluarkan
Aku kecewa….
Pada kehidupan yang tak sempurna
Pada harapan yang kosong belaka
Pada asa yang tak pernah nyata
Aku kecewa…
Pada waktu yang tak pernah setia
Pada mentari yang menghilang
Pada rembulan yang tak dapat bertahan
Aku kecewa pada semuanya,
Tidak, tidak semuanya…
Aku masih punya hujan yang menghapus airmataku
Yang melindungi jeritanku, yang menutup semua lukaku, membersihkan kotoran dibajuku
Aku tersenyum dan sadar bahwa tak ada kehidupan yang menghilang, tak ada harapan yang menghindar
Waktu memang tak pernah setia, namun ketidaksetiaannya akan membalikkan asa ke arahmu
Dan menjadikannya nyata
Aku tersenyum dan sadar
Bahwa Tuhan telah menjadikan segalanya seimbang